Slide

Menapak Jalan Panjang Menjaga Kelestarian Lingkungan

Rega Kusmana (48) dikenal luas oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Pangalengan sebagai pegiat
lingkungan.

Melalui organisasi Pecinta Alam Penelusur Belantara (PAPB) Tapak Tiara, Rega bersama rekan-rekan aktif menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan khususnya di wilayah Pangalengan. Tak sekedar menyuarakan kepeduliannya, Rega juga aktif menggagas berbagai kegiatan yang bertujuan menjaga alam sekitar dari kerusakan lingkungan. Begitupun halnya dengan Star Energy Geothermal Wayang Windu Limited (SEGWWL) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Pangalengan dan melihat beberapa permasalahan lingkungan yang perlu mendapat perhatian, yaitu kesulitan air bersih saat musim kemarau, ancaman longsor dan kebakaran hutan akibat alih fungsi lahan di lereng gunung dengan kemiringan lebih dari 35 derajat. Kesamaan visi dan kepedulian inilah yang lantas melahirkan kolaborasi antara SEGWWL dengan PAPB Tapak Tiara untuk menggagas program lingkungan bertajuk Cinta Bakti Lestari sejak 2017. Kolaborasi ini menjadi motivasi yang kuat bagi Rega dan rekan-rekannya bahwa kepeduliannya terhadap permasalahan lingkungan mendapat sambutan dan dukungan.

Sejak itu Rega dan rekan-rekannya semakin aktif berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Memang tidak seluruh upaya yang ia lakukan berjalan mulus. Menghadapi penolakan, ia terus maju dengan mencoba pendekatan yang berbeda. “Saya merasa beruntung kelompok Tapak Tiara ini memiliki anggota dengan beragam profesi dan keterampilan. Dengan begitu, kami bisa menjajaki beragam pendekatan kepada masyarakat saat kami mendapat tantangan,” ujarnya.

Berbekal ketekunan dan pengalaman sebagai aktivis pecinta alam, Rega membuat berbagai pendekatan kreatif ke masyarakat, mulai dari berdiskusi secara intensif dengan warga, hingga mengedukasi para siswa SMA melalui program pelestarian alam. Pada intinya, Rega dan kelompoknya selalu menanamkan pemahaman tentang bagaimana pentingnya pelestarian lingkungan bagi masa depan warga.

Kini, para anggota Tapak Tiara dan masyarakat telah merasakan manfaat program ini. Walau jalan masih terbentang panjang untuk mewujudkan cita-cita akhir program ini, namun perubahan sikap pada beberapa kelompok masyarakat yang selalu mengedepankan kelestarian lingkungan menjadi capaian yang patut dibanggakan. Hal ini terlihat dari kunjungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung ke Leuweung Citere beberapa kali guna memberikan dukungannya kepada program ini. Program ini juga berkontribusi mengantarkan SEGWWL meraih penghargaan PROPER Emas 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Semoga kepedulian dan komitmen menjaga kelestarian lingkungan ini semakin meluas di masyarakat di masa mendatang.